FIFA Berlakukan Potensi Kartu Merah untuk Pemain yang Menutup Mulut saat Konflik di Piala Dunia
Rabu, 29 Apr 2026, 14.41 WIB

FIFA melalui badan pembuat aturan sepak bola, International Football Association Board (IFAB), resmi menyetujui aturan baru yang memungkinkan pemain menerima kartu merah jika menutup mulut saat terlibat konflik di lapangan.
Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada ajang Piala Dunia 2026, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan disiplin dalam pertandingan.
Larangan Menutup Mulut Saat Konfrontasi
Dalam aturan terbaru, pemain yang menutup mulut saat berbicara dalam situasi konfrontatif dengan lawan dapat langsung dikenai kartu merah, tergantung keputusan wasit dan penyelenggara kompetisi.
Langkah ini diambil karena praktik tersebut sering digunakan pemain untuk menyembunyikan ucapan, termasuk potensi komentar diskriminatif atau provokatif yang tidak tertangkap kamera.
Dipicu Insiden
Aturan ini muncul setelah beberapa insiden di level internasional, termasuk kasus dugaan ujaran diskriminatif dalam pertandingan Eropa yang dilakukan dengan menutup mulut.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya juga menegaskan bahwa tindakan menutup mulut saat berbicara di lapangan harus ditindak tegas, terutama jika berkaitan dengan isu rasisme.
Aturan Tambahan
Selain larangan tersebut, pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit juga berpotensi langsung dikartu merah. Bahkan, tim bisa dinyatakan kalah jika pertandingan dihentikan akibat aksi tersebut.

%20027-768x128px-1.webp&w=3840&q=75)
.gif)
