Joshua Kushner Akui Menyesal Terlibat dalam Rencana Penjualan Saham Piala Dunia FIFA
Kamis, 03 Sep 2026, 17.31 WIB

Joshua Kushner mengaku menyesali keterlibatannya dalam rencana kontroversial Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Pendiri dan CEO Thrive Capital itu mengakui tidak memahami dinamika politik sepak bola global saat mendukung proyek tersebut.
Sebelumnya, Thrive Capital disebut siap memimpin investasi senilai 4,2 miliar dolar AS untuk membeli 20 persen saham perusahaan komersial baru FIFA, FIFA Forward Enterprise (FFE). Namun, rencana tersebut dibatalkan hanya beberapa hari setelah dipublikasikan karena memicu penolakan luas dari berbagai pihak, terutama UEFA.
Kushner menjelaskan bahwa tujuan FFE adalah meningkatkan pendanaan secara lebih merata kepada 211 asosiasi anggota FIFA, termasuk untuk pengembangan talenta muda, sepak bola akar rumput, dan peningkatan kualitas kompetisi di negara-negara berkembang. Menurutnya, proposal itu seharusnya diputuskan melalui pemungutan suara seluruh anggota FIFA, bukan menjadi keputusan sepihak.
Meski masih mendukung tujuan dasar FFE, Kushner mengatakan bahwa jika mengetahui sejak awal besarnya konflik dan krisis yang akan muncul, Thrive Capital tidak akan ikut terlibat dalam proyek tersebut.
Di sisi lain, UEFA terus mengambil langkah hukum terkait polemik ini. Badan sepak bola Eropa itu dikabarkan tengah menyiapkan pengaduan pidana terhadap Gianni Infantino di Swiss dan meminta pengadilan di New York mengeluarkan subpoena untuk memperoleh dokumen serta kesaksian dari Joshua Kushner dan Thrive Capital.
Sementara itu, FIFA sebelumnya mengklaim proyek FFE akan meningkatkan pendanaan bagi setiap asosiasi nasional pada periode 2027–2030. Meski rencana tersebut telah dibatalkan, kontroversinya masih berlanjut melalui proses hukum dan penyelidikan yang sedang dipersiapkan UEFA.

%20027-768x128px-1.webp&w=3840&q=75)

